KETUT
“APA YANG KAU LAKUKAN ! CEPAT KELUAR DARI SANA!” Orang tadi seperti kemasukan setan dengan berteriak sedemikian kerasnya, tubuhnya merefleks dengan sangat cepat masuk ke dalam kubangan dan menarik ku keluar dari dalam sana, sementara dua orang temanku masih berfikir untuk bergerak dari tempatnya berada . Namanya Ketut Mahardika. Orang yang menarik ku dari dalam air itu, “Bli [ Tut” begitulah penduduk sini mengenalnya. Sama sepertiku dan kedua orang temanku sebelumnya, kami sama-sama orang buangan. Asalnya dari Bali, namanya begitu dikenal disini sejak dia berhasil menemukan anak kepala suku yang hilang tanpa sebab beberapa waktu lalu. Dia juga kadang-kadang dimintai tolong oleh Polisi belanda yang bertugas di pulau ini untuk menterjemahkan bahasa kepada penduduk lokal lantaran fasih berbahasa Belanda. Matanya tajam menusuk bagai mata elang, dengan perawakan yang tinggi, boleh saja ku bilang jangkung, seandainya Sucipto yang paling tinggi di ant...